Tampilkan postingan dengan label Pria. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Pria. Tampilkan semua postingan

Rabu, Agustus 29

Pakar Genetika YAHUDI Masuk Islam Gara-Gara Masa IDDAH


Robert Guilhem seorang pakar genetika, pemimpin yahudi di Albert Einstain College mendeklarasikan dirinya masuk Islam ketika ia mengetahui hakikat empiris ilmiah dan kemukjizatan Al-Quran tentang penyebab penentuan iddah (masa tunggu) perempuan yang dicerai suaminya dengan masa 3 bulan. Beliau terperangah kagum oleh ayat-ayat Al-Quran yang berbicara tentang iddah (masa tunggu) wanita Muslimah yang dicerai suaminya seperti yang diatur Islam.

(ATH THALAAQ:4) DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG TIDAK HAID LAGI (MONOPAUSE) DI ANTARA PEREMPUAN-PEREMPUANMU JIKA KAMU RAGU-RAGU (TENTANG MASA IDDAHNYA), MAKA MASA IDDAH MEREKA ADALAH TIGA BULAN; DAN BEGITU (PULA) PEREMPUAN-
PEREMPUAN YANG TIDAK HAID. DAN PEREMPUAN-PEREMPUAN YANG HAMIL, WAKTU IDDAH MEREKA ITU IALAH SAMPAI MEREKA MELAHIRKAN KANDUNGANNYA. DAN BARANG -SIAPA YANG BERTAKWA KEPADA ALLAH, NISCAYA ALLAH MENJADIKAN BAGINYA KEMUDAHAN DALAM URUSANNYA.

Guilhem, pakar yang mendedikasikan usianya dalam penelitian sidik pasangan laki-laki baru-baru ini membuktikan dalam penelitiannya bahwa jejak rekam seorang laki-laki akan hilang setelah tiga bulan. Bukti-bukti itu menyimpulkan bahwa hubungan persetubuhan suami istri akan menyebabkan laki-laki meninggalkan sidik (rekam jejak) khususnya pada perempuan. Jika pasangan ini setiap bulannya tidak melakukan persetubuhan maka sidik itu akan perlahan-lahan hilang antara 25-30 persen. Setelah tiga bulan berlalu, maka sidik itu akan hilang secara keseluruhan. Sehingga perempuan yang dicerai akan siap menerima sidik laki-laki lainnya.

Bukti empiris ini mendorong pakar genetika Yahudi ini melakukan penelitian dan pembuktian lain di sebuah perkampungan Afrika Muslim di Amerika. Dalam penelitiannya ia menemukan bahwa setiap wanita di sana hanya mengandung dari jejak sidik pasangan mereka saja. Sementara penelitian ilmiah di sebuah perkampungan lain yang bukan muslim di Amerika membuktikan bahwa wanitanya yang hamil memiliki jejak sidik beberapa laki-laki dua hingga tiga. Artinya, wanita-wanita non Muslim di sana melakukan hubungan intim selain pernikahan yang sah.

Yang mengagetkan sang pakar ini adalah ketika dia melakukan penelitian ilmiah terhadap istrinya sendiri. Sebab ia menemukan istrinya memiliki tiga rekam sidik laki-laki alias istrinya berselingkuh. Dari penelitiannya, hanya satu dari tiga anaknya saja berasal dari dirinya. Setelah penelitian-penelitian yang dilakukan ini akhirnya meyakinkan sang pakar Guilhem ini memeluk Islam. Ia meyakini bahwa hanya Islamlah yang menjaga martabat perempuan dan menjaga keutuhan kehidupan social. Ia yakin bahwa wanita Muslimah adalah wanita paling bersih di muka bumi ini.




Rabu, Agustus 22

Gila ,, Artis China Ini Nekad Berhubungan Intim Depan Publik Tanpa Rasa Malu

Gara-gara aksinya mempertontonkan bagaimana berhubungan badan yang indah dan baik, seorang artis di Songzhuang, timur Beijing, digelandang ke penjara. Ia dipenjara dan harus menjalani hukuman kerja paksa selama setahun.


Cheng Li, nama artis gaek itu, melakukan hubungan badan bersama seorang perempuan di depan sejumlah orang di Museum Contemporary Art di Songzhuang. Dalam aksinya yang diberi judul Sensitive Zone itu, Cheng bersama pasangannya telanjang dan memperagakan bagaimana cara berhubungan intim.

Aksi cabul Cheng langsung menuai kontroversi. Tapi, melalui pengacaranya, Cheng membela diri dengan mengatakan aksi cabulnya itu merupakan bagian dari pertunjukan seni. Menurut pengacaranya, Cheng melakukan itu karena dua alasan, yakni pertama untuk mengejek orang-orang yang terlalu mengkomersialkan seni kontemporer dan kedua untuk memperlihatkan keindahan berhubungan intim dan mengangkat kegiatan tersebut ke tingkat yang lebih tinggi, yang tidak kotor, jelek, dan jahat.

Tapi, alasan itu tak mampu membuat polisi berdamai. Empat hari setelah aksi cabul itu, Cheng ditangkap. Ia dituduh telah membuat kegaduhan dan kekacauan publik. Ia ditahan di pusat penahanan di Tongzhou, dekat Jiangsu, timur Cina. Ia juga harus mengikuti kerja paksa sejak 24 April tahun lalu yang akan berakhir 23 Maret 2012. Cheng merencanakan akan banding.