Tampilkan postingan dengan label Motifasi. Tampilkan semua postingan
Tampilkan postingan dengan label Motifasi. Tampilkan semua postingan

Sabtu, Januari 21

Ayo, Belajar Trading!!!

Salam Profit Rekan Semua........

Sudah cukup lama saya tidak ada posting di blog saya ini, jadi kangen....... hihiiihiiii.............. :)
Mungkin ini sedikit efek kecewa saya terhadap perkembangan Bisnis Online koleksi saya yang mulai bermasalah dan berjatuhan satu persatu. Inkonsisten dari beberapa BO ( red : bisnis online ) membuat saya sedikit banyak jenuh. Dan mulai berfikir keras n introsfeksi diri, dimana letak kegagalan itu? "Ko' lagi-lagi ini bisnis bermasalah, ko' lagi-lagi SCAM,,,,, " dan masih banyak Ko'-ko' lainnya...........hedehhhhh capekkk dechhhh...............

Cukup lama saya menarawang ( penampakan kaleee ) dan me-Review kebelakang, sebagian besar BO yang saya ikutin bergerak dibidang perdagangan mata uang, atau bahasa kerennya "Trading Forex". Memang jauh-jauh hari saya sudah tau apa itu forex, hanya saja belum terjun langsung ke TKP.

Nahh, dari situ saya berfikir, "kenapa gak kita aja yang trading........kita sendiri yang mengelola duit kita.....kita sendiri yang bla bla bla,,,,,," beberapa teman Chating juga nyaranin gtu, toh untung dan ruginya loe juga yang ngerasain,,,,

Oke lah kalau begitu,,,,,, 
Buat rekan-rekan semua, yukkk kita belajar trading.......
Memang seorang trader gak punya penghasilan pasti, tapi penghasilannya Unlimitid.....
(hehee gaya mu om kaya master aja, padahal newbietooollllll......)

Ok, tar dsambung lg dengan sesuatu y........... :P
 

Rabu, September 28

6 Langkah Menuju Dana Pensiun

Tahukah Anda? Usia produktif justru usia terbaik untuk menyiapkan dana pensiun.
Barangkali, mereka yang berusia 20 sampai 30 tahun tidak pernah memikirkan untuk mempersiapkan masa pensiun mereka dengan baik. Mereka beranggapan, pensiun adalah urusan orang-orang usia 45-60 tahun. Apalagi, jika mereka adalah pegawai negeri sipil, yang notabene mendapat pensiun dari negara.
Padahal, usia 20-30 tahun merupakan saat paling tepat mempersiapkan masa pensiun karena berada pada masa keemasan dalam karier, tanggungan hidup masih sedikit, badan masih sehat, sehingga bisa menabung sedikit demi sedikit untuk mempersiapkan ”House of Wealth”. Berikut strategi dan langkah-langkah menyiapkan dana pensiun, seperti disampaikan Fauziah Arsiyanti, SE, MM, ChFC., Independent Financial Planner dari First Principal Financial PTE.LTD  Singapore .

1. Tetapkan Tujuan dan Impian
Persiapan paling pertama menghadapi masa pensiun adalah ”knowing yourself .” Apa impian Anda, apakah membangun bisnis sendiri, dan sebagainya? Bayangkan impian itu baik-baik, sehingga jelas tergambar dalam benak Anda. Yakini bahwa ”it will come true .” Impian yang diyakini dengan benar-benar akan memotivasi kita untuk mencapainya.

2. Kenali Karakteristik Diri
Langkah berikutnya adalah mengenali karakteristik diri sendiri. Ada beberapa kategori dasar investor, yaitu konservatif, moderat, dan agresif.
  • Tipe konservatif adalah investor yang tidak ingin kehilangan uang pokoknya sama sekali. Untuk itu, ia bersedia “berkorban” untuk mendapatkan
  • return
  • (hasil) yang kecil sekali asal dananya aman. Jenis investasi yang cocok untuk investor konservatif juga sangat terbatas, misalnya, tabungan dan deposito.
  • Tipe moderat bersedia mengambil sedikit risiko asal mendapatkan
  • return
  • yang lumayan pada jangka waktu menengah. Jenis investasi yang ditawarkan bisa lebih beragam. Selain tabungan dan deposito, alternatif lain seperti emas, tanah dan properti serta reksadana pasar uang serta reksadana pendapatan tetap bisa dijadikan pilihan.
  • Tipe agresif yaitu investor yang berani mengambil risiko. Dalam arti bersedia kehilangan sejumlah pokok modal asal mendapatkan keuntungan dalam jangka waktu yang relatif panjang. Pilihan investasinya sangat bervariasi. Selain jenis-jenis instrumen keuangan di atas, bisa ditambah reksadana campuran serta saham dan produk-produk keuangan lainnya.
Intinya, low risk low return , high risk high return . Bila Anda hanya bersedia mengambil sedikit risiko, maka hasil yang didapat juga sedikit. Namun, bila mengambil risiko lebih banyak, hasil yang didapat juga tentunya akan lebih banyak.

3. Perluas Pengetahuan
Ada banyak sekali instrumen keuangan yang bisa dijadikan kendaraan untuk mencapai tujuan keuangan, termasuk menikmati masa pensiun dengan aman dan sejahtera. Namun, sama sekali tidak dianjurkan mengambil risiko tanpa tahu konsekuensinya, bahkan bila Anda investor tipe agresif sekalipun.
Artinya, bila Anda ingin mengambil investasi, Anda wajib tahu persis seluk beluknya, risiko dan faktor yang memengaruhinya. Tujuannya, agar Anda bisa mengatur dan meminimalkan risiko tapi tetap mendapatkan return  maksimal.
Jadi, banyak-banyaklah bertanya, membaca, atau menggunakan jasa konsultan keuangan independen. Mereka akan memberikan analisa obyektif dan berdiri untuk kepentingan Anda dalam memberikan advis masalah keuangan.

4. Disiplin & Awas Terhadap Berbagai Perubahan
Segala sesuatu yang dikerjakan dengan disiplin pasti akan membuahkan hasil memuaskan. Begitu juga berinvestasi secara rutin untuk menyiapkan dana pensiun. Bila tidak disiplin, meski rinci, hasilnya tidak akan maksimal.
Anda juga harus senantiasa mereview  kembali perencanaan pensiun Anda secara berkala, karena hidup seseorang tidaklah stagnan. Akan ada banyak perubahan, baik perubahan penghasilan atau perubahan pengeluaran. Contohnya, kelahiran anak atau perubahan tujuan keuangan. Konsultasikan perubahan-perubahan tersebut kepada perencana keuangan Anda.

5. Membangun Networking
Jejaring yang kuat merupakan salah satu faktor suksesnya sebuah usaha atau pekerjaan. Masa pensiun bisa menjadi momok bagi yang belum siap. Namun, bagi mereka yang berhasil membangun jejaring yang solid semasa bekerja, hidup tetap menggairahkan bahkan menguntungkan secara finansial.

6. Memahami Inflasi
Inflasi adalah proses meningkatnya harga-harga secara umum dan terus-menerus berkaitan dengan mekanisme pasar. Penyebabnya bisa karena konsumsi masyarakat yang meningkat, berlebihnya likuiditas di pasar yang memicu konsumsi atau bahkan spekulasi, dan ketidaklancaran distribusi barang.
Dengan kata lain, inflasi juga merupakan proses menurunnya nilai mata uang secara kontinyu. Sebagai ilustrasi, tahun 2010, dengan uang Rp 50 ribu kita bisa membeli 1 ekor ayam kampung. Tapi, di tahun 2011, seekor ayam kampung yang sama tidak bisa lagi dibeli dengan harga Rp 50 ribu, tetapi naik menjadi Rp 55 ribu. Inflasi sangat memengaruhi persiapan tabungan untuk dana pensiun. Oleh karena itu, sangat penting mencari instrumen keuangan menabung yang mempunyai return  melebihi inflasi. Misalkan, reksadana, properti, atau emas.

Pilah-pilih Produk
Setelah mengetahui prinsip dan strategi perencanaan pensiun, saatnya Anda mengetahui produk-produk persiapan pensiun yang berada di pasaran selain menabung.

1. Produk Annuity
Produk annuity adalah suatu produk keuangan yang pada masa jatuh temponya atau pada saat Anda berencana pensiun memberikan uang sebesar 100 persen uang pertanggungan. Kemudian dari mulai pensiun sampai umur tertentu (biasanya 70 tahun) memberikan sejumlah uang setiap tahun, ditambah pada umur tertentu (umur 70 tahun) diberikan lagi sebesar 100 persen uang pertanggungan.
Besarnya uang pertanggungan akan berbeda tergantung  kebijaksanaan masing-masing lembaga keuangan. Jadi, skemanya sama persis seperti uang pensiun. Bedanya, kita bisa mengatur sendiri berapa jumlah uang yang akan kita terima setiap tahun.

2. Dana Pensiun Lembaga Keuangan (DPLK)
DPLK adalah suatu program pensiun yang diselenggarakan pemerintah. Beberapa lembaga keuangan swasta juga menjual produk ini, tapi perhitungan anuitas tetap ditentukan oleh pemerintah. Keuntungan program pensiun ini adalah masa pensiun bisa dipercepat sampai umur 45 tahun. Ketika kita memasuki masa pensiun, sebesar 20 persen dari uang pensiun akan dibayarkan, setelah itu sisanya sebesar 80 persen akan dibayarkan secara anuitas. Seandainya penerima pensiun meninggal, dapat dilanjutkan diterima oleh istri atau suami atau anaknya.

3. Program Pensiun Lump Sum
Cara kerja program pensiun ini hampir sama dengan DPLK, akan tetapi ketika memasuki masa pensiun, uang diterima dalam jumlah lump sum atau 100 persen dari nilai pertanggungan. Biasanya,  untuk program ini, perusahaan atau kantorlah yang membeli preminya, dan pegawai mendapatkan manfaatnya. Biasanya, beberapa lembaga keuangan memberikan kebebasan bagi perusahaan untuk memilih jenis investasi, bisa di pasar uang, obligasi, campuran, saham, bahkan syariah. Jadi, benar-benar bisa disesuaikan dengan karakteristik, kemampuan, dan tujuan keuangan perusahaan.

4. Dana Pensiun Sendiri dengan Reksadana
Anda juga bisa menggunakan skema menabung sendiri dengan Reksadana. Skema ini sangat fleksibel, karena disesuaikan dengan kondisi keuangan. Apabila di suatu bulan, Anda belum bisa menabung, maka menabung untuk pensiun ini untuk sementara bisa “diliburkan” sampai kondisi keuangan kembali memungkinkan.
Ilustrasi Kasus
Rahma (30) mempunyai gaji bulanan sebesar Rp 10 juta. Setelah dikurangi biaya bulanan sebesar Rp 6 juta, tersisa Rp 4 juta. Rp 2 juta digunakan untuk menabung masa depan anak-anaknya setiap bulan. Berarti, setiap bulan, Rahma bisa menyisihkan uang sebesar Rp 2 juta untuk tabungan persiapan pensiun.
Setelah berkonsultasi dengan Perencana Keuangan, Rahma menginvestasikan (menabung) uangnya sebesar Rp 2 juta per bulan ke dalam Reksadana saham. Karena Rahma berencana pensiun di usia 55 tahun, maka ia berencana menabung setiap bulannya selama 15 tahun. Diasumsikan, return reksadana tetap, dan diasumsikan Rahma selalu menabung setiap bulan, maka pada usia 55 tahun, Rahma mempunyai dana pensiun sebesar kurang lebih Rp 2,3 milyar.
Manfaat memilih dana pensiun sendiri dengan reksadana ini adalah, apabila di suatu masa, Rahma tidak bisa menabung untuk pensiun, maka hal ini tidak menjadi masalah. Menabungnya bisa libur dulu sementara, sampai kondisi ke­uangan­nya kembali memungkinkan.

Selasa, September 20

7 Kebiasaan Yang Akan Memperkaya Hidup

1. Kebiasaan mengucap syukur
Ini adalah kebiasaan istimewa yang bisa mengubah hidup selalu menjadi lebih baik. Bahkan agama mendorong kita bersyukur tidak saja untuk hal-hal yang baik, tapi juga dalam kesussahan dan hari-hari yang buruk. Ada rahasia besar di balik ucapan syukur yang sudah terbukti sepanjang sejarah. Hellen Keller yang buta dan tuli sejak usia dua tahun, telah menjadi orang yang terkenal dan dikagumi di seluruh dunia. Salah satu ucapannya yang banyak memotivasi orang adalah, “Aku bersyukur atas cacat-cacat ini, aku menemukan diriku, pekerjaanku dan Tuhanku”. Memang sulit untuk bersyukur, namun kita bisa belajar secara bertahap. Mulailah mensyukuri kehidupan, mensyukuri berkat, kesehatan, keluarga, sahabat, dan sebagainya. Lama kelamaan Anda bahkan bisa bersyukur atas kesusahan dan situasi yang buruk.

2. Kebiasaan berpikir positif
Hidup kita dibentuk oleh apa yang paling sering kita pikirkan. Kalau selalu berpikiran positif, kita cenderung menjadi pribadi yang yang positif. Ciri-ciri dari pikiran yang positif selalu mengarah kepada kebenaran, kebaikan, kasih sayang, harapan dan suka cita. Sering-seringlah memantau apa yang sedang Anda pikirkan. Kalau Anda terbenam dalam pikiran negatif, kendalikanlah segera ke arah yang positif. Jadikanlah berpikir positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif sebagai kebiasaan dan lihatlah betapa banyak hal-hal positif yang akan Anda alami.

3. Kebiasaan berempati
Kemampuan berhubungan dengan orang lain merupakan kelebihan yang dimiliki oleh banyak orang sukses. Dan salah satu unsur penting dalam berhubungan dengan orang lain adalah empati, kemampuan atau kepekaan untuk memandang dari sudut pandang orang lain. Orang yang empati bahkan bisa merasakan perasaan orang lain, mengerti keinginannya dan menangkap motif di balik sikap orang lain. Ini berlawanan sekali dengan sikap egois, yang justru menuntut diperhatikan dan dimengerti orang lain. Meskipun tidak semua orang mudah berempati, namun kita bisa belajar dengan membiasakan diri melakukan tindakan-tindakan yang empatik. Misalnya, jadilah pendengar yang baik, belajarlah menempatkan diri pada posisi orang lain, belajarlah melakukan apa yang Anda ingin orang lain lakukan kepada Anda, dan sebagainya.

4. Kebiasaan mendahulukan yang penting
Pikirkanlah apa saja yang paling penting, dan dahulukanlah. Jangan biarkan hidup Anda terjebak dalam hal-hal yang tidak penting sementara hal-hal yang penting terabaikan. Mulailah memilah-milah mana yang penting dan mana yg tidak, kebiasaan mendahulukan yang penting akan membuat hidup Anda efektif dan produktif dan meningkatkan citra diri Anda secara signifikan.

5. Kebiasaan bertindak
Bila Anda sudah mempunyai pengetahuan, sudah mempunyai tujuan yang hendak dicapai dan sudah mempunyai kesadaran mengenai apa yang harus dilakukan, maka langkah selanjutnya adalah bertindak. Biasakan untuk mengahargai waktu, lawanlah rasa malas dengan bersikap aktif. Banyak orang yang gagal dalam hidup karena hanya mempunyai impian dan hanya mempunyai tujuan tapi tak mau melangkah.

6. Kebiasaan menabur benih
Prinsip tabur benih ini berlaku dalam kehidupan. Pada waktunya Anda akan menuai yang Anda tabur. Bayangkanlah, betapa kayanya hidup Anda bila Anda selalu menebar benih ‘kebaikan’. Tapi sebaliknya, betapa miskinnya Anda bila rajin menabur keburukan.

7. Kebiasaan hidup jujur
Tanpa kejujuran, kita tidak bisa menjadi pribadi yang utuh, bahkan bisa merusak harga diri dan masa depan Anda sendiri. Mulailah membiasakan diri bersikap jujur, tidak saja kepada diri sendiri tapi juga terhadap orang lain. Mulailah mengatakan kebenaran, meskipun mengandung resiko. Bila Anda berbohong, kendalikanlah kebohongan Anda sedikit demi sedikit

Senin, September 19

Hiks, Aku Lagi Putus Asa

Jadi sensi abies!!. Blon lagih males ngapa- ngapain. Tuch si mut yang jalan- jalan ke mana, nggak juga pulang- pulang. Nah kalo yang cewek, may be bakalan nangis tersedu- sedu, alah, sambil nyempil di sela tembok, plus ngabisin tissue ampe bgulung- gulung.

Deuh, rasanya emang paling nggak banget en udah nggak semangat apa- apa dey, kalo dah ketemu sama yang namanya putus asa.

Orang putus asa, identik dengan ngerasa nggak punya jalan keluar untuk ngehadepin suatu masalah. Orang putus asa serasa pikirannya mandeg gara- gara ga ada jalan keluar yang dirasa pas buat penyelesaian masalahnya. Orang putus asa serasa dunia udah selese, karena saking dirasa beratnya tuh idup

Pren tapi bukannya idup emang rangkaian dari masalah?. Mereka akan datang silih berganti dah kya kereta kelinci, bderet bderet en silih berganti. Yah itulah hidup.
Tapi satu hal yang pasti,  masalah apapun pasti bakal nemuin titik akhirnya. Tapi... nich yang penting, dalam proses menuju kesitu, jangan ampe masalah itu ngubah kualitas kita, ke level yang lebih jelek tentunya, karena kita salah menyikapinya.

Banyak orang bilang kalo anak muda suka nylesein masalah cuman pake esmosi doank. En kalo pake mikir, paling banter cuman sekedar 3 mm alias pikirannya pendek bener. Emang nggak salah juga sih, scara emang pengalaman kita belum banyak en pertimbangan sebab akibat kita emang kurang. Tapi kalo dipikir- pikir apa iya kita selamanya mau dinile dengan penilaian yang seperti itu. Maka dari itu pren, nggak salah juga kalo kita banyak- banyak mengamati dari pada sekedar berkomentar, apalagi bertindak di luar kewajaran en aturan.

Efeknya bakalan cadas bos, emang scara umur masih ` hijau` tapi pengalaman so pasti bakal nambah kan?. Itu yang bakalan nambah dewasanya kita dalam bersikap. Kalo dah gitu, Insyaallah akan banyak beri kamu sudut pandang yang laen saat kamu lagi kejedot sebuah masalah. Itu yang bakal ngebuat kamu lebih bijak ngehadepin yang namanya idup. Akir- akirnya, kamu bakalan jauh dari yang namanya putus asa.

Break dulu bentar ngpa boss. Yups, kasih diri kamu jeda bentaran buat mikir. Jangan dipaksain kalo dah nggak bisa. Pren, kamu juga manusia kali` bukan robot. Liat yang seger- seger diluar ruangan kamu, take a deep breath alias ambil napas dalem- dalem, ato minum aer putih sgentong, ups segelas ajah cukup. Kalo nggak cukup longgarin dulu deh gesper otak kita nich, abies tuh ambil aer wudhu, sholat.  And... setelah itu, lanjutin idup en pemikiran kamu . Hare gene, 2011 pren, Apa sih yang nggak bisa. Insyaallah bakal nemu dah jalan apapun, asal otak kita masih jalan en ati kudu adeem baut mikir.

Orang yang putus asa, dia brati udah ngerasa nggak punya Tuhan lagih. Wuduw, jangan gituh kawan. Allah itu yang Maha paling baek ama kamu, ama semua hambanya. Pecaya deh, abies tuh masalah slese kamu bakalan ngerti kalo ternyata Allah nggak ngasih cobaan kamu lebih dari kemampuan kamu.

Setiap kamu adalah istimewa, kawan. Kamu idup dibekali banyak bakat en kebisaan buat nyelesein masalah en buat ngembangkan hidup kamu, cuman kadang kamunya ndiri belon nyadar semua itu. Nah dengan datangnya masalah, maka kamu adalah seperti batu berlian yang lagi di gosok dengan sedikit menyakitkan. Tapi liat donk hasilnya kalo udah jadi, widiiiw, kinclong, en tambah Mahal. So, apapaun masalah kamu sekarang en srasa ngebuat kamu putus asa, owh please, STOP IT. Smangaaaattttt donk ah!! Tetap di jalur positif yow!!

Semangat lah!! lewati rintangan kamu kali niy. Jangan menyerah!! Dengan pertolongan Allah, Apa sih yang nggak bisa. Smangat kawan!! Maka kamu akan naik satu level menuju LEBIH... InsyaAllah. Good luck



Jumat, Juli 1

Link Exchange

Mari sobat-sobat netter semua, kita bersilaturahmi dan saling berbagi informasi yang berguna buat kita semua. Untuk itu saya sediakan menu tukar link buat sobat semua, silakan kopy paste link saya dan tinggalkan link sobat netter pada komentar dibawah, insya ALLAH akan saya backlink secepatnya pada halaman ini.

Copy kode di bawah ke blog sobat,,,, :)


Belajarline


Atau

BelajarLine



Link Sahabat :



Banner Sahabat :



baca manga komik indo

Rabu, Juni 29

Tips Mengatasi Kekalahan dan Kegagalan

TIPS Agar Berhasil Mengatasi Despresi karena Kekalahan dan Kegagalan yang menimpa :

1. Miliki Mental Positif untuk Melihat Bahwa Kegagalan adalah Proses Sukses.
Hanya dengan mental yang kuat Kita akan berani mematahkan setiap tantangan yang menghalangi tujuan Kita. Gagal adalah fase yang harus dilewati untuk meraih keberhasilan. Tanpa kegagalan sukses bukanlah apa-apa.
 
2. Jangan Takut Salah.
Tidak seorangpun didalam dunia ini yang tidak pernah melakukan kesalahan. Kegagalan akan sangat baik, jika Kita bisa belajar sesuatu yang baik darinya. Pelajarilah perjalanan hidup orang-orang besar, mereka semua adalah sosok yang berani mengambil resiko, sosok yang tidak takut kalah, sosok yang tidak takut gagal, sosok yang melihat kegagalan sebuah tantangan yang harus dilewati.
 
3. Beranilah Memulai Hal Baru.
Dunia terus berkembang, hal-hal baru muncul disekeliling Kita. Jika Kita tidak jeli, Kita akan semakin ditinggalkan. Oleh karena itu Kita harus berani mencoba hal-hal baru dan tidak hanya bermain ditempat yang aman.
 
4. Teruslah Menjadi Manusia Pembelajar.
Menjadi manusia pembelajar merupakan strategi berkembang paling tepat untuk menghadapi persaingan. Ilmu pengetahuan selalu berkembang terus dari masa kemasa, jika Kita tidak meng up grade diri, Kita akan ketinggalan zaman. Dalam hal apapun Kita harus belajar, Ingat ilmu tidak pernah usang, semakin Kita banyak belajar semakin pandailah Kita, semakin bijaksanalah Kita, semakin cerdaslah Kita.
 
5. Miliki Tujuan yang Jelas Dalam Hidup.
Dengan tujuan yang jelas hidup menjadi lebih terarah, motivasi Kita bergerak kearah itu semakin kuat. Jika Kita tidak mengharapkan apa-apa bagi kehidupan ini, wajar kita tidak kemana-mana dan tidak akan memperoleh apa pun yang lebih berkualitas. “If better is possible, good is not enough”.

Robyn Allan : “Kegagalan terbesar adalah apabila kita tidak pernah mencoba.”
Gagal dan sukses seseorang diatur oleh alam dan ALLAH memberikan porsi bagi keduanya. Jika Kita tidak pernah gagal maka Kita pun tidak akan pernah sukses. Segala hal diukur dari tingkat perjuangan Kita. Kita harus percaya bahwa Kita telah diberikan kekuatan dan mental yang cukup untuk bertahan dalam kondisi yang sulit. Jika kita mau menggunakan potensi yang ada, Kita pasti mampu melewati kesulitan yang dihadapi. Manusia tidak mungkin selalu mengalami hal-hal yang menyenangkan. Suatu saat mereka pasti akan mengalami hal-hal yang sulit, suatu saat mereka akan merasakan kegagalan dahsyat. Dan pada saat itulah manusia harus mengaktifkan potensi diri dan kekuatan mental yang dimiliki.

Kegagalan bukan merupakan suatu hal yang patut ditangisi dan disesali terus menerus, karena tangis tidak akan mengubah kegagalan yang telah menimpa kita, namun kita harus bersabar dan berbesar hati karena kita telah memiliki pengalaman yang mungkin tidak dimiliki oleh orang lain. Bangkit kembali dari kegagalan memang bukan hal yang mudah, namun juga bukan merupakan hal yang mustahil, yakinlah ada waktunya kita akan berhasil.

Kegagalan adalah permainan yang memang harus dimainkan, dilewati dan disudahi. Ketika Kita gagal, masuklah kedalam proses kegagalan itu, periksa persoalan intinya dan berusahalah untuk memperbaikinya. Dengan demikian Kita akan menjadi manusia yang lebih bijaksana, lebih arif, dan lebih pandai. Ketika Kita dikecewakan, pergilah untuk beberapa saat, carilah penghiburan agar pikiran Kita bisa kembali fresh. Dengan demikian Kita akan lebih fokus dan presfektif Kita akan menjadi lebih baik. Serahkan semua kekacauan dan kegagalan Kita kepada Allah SWT, komunikasikanlah dalam bentuk Do’a. Kita akan merasa lebih tenang dan damai menghadapi semua persoalan yang ada.

Kita semua tahu perjalanan hidup memang panjang dan melelahkan, dan kita semua tahu bahwa hidup ini adalah perjuangan tiada akhir. Hidup bukan akhir dari kekalahan, bukan akhir dari kegagalan, bukan akhir dari keterpurukan dan bukan pula akhir dari kesuksesan. Hidup merupakan persoalan perjuangan dan dia akan berakhir ketika kita menyerahkan nafas terakhir pada kehadirat yang maha kuasa. Berusahalah menghargai kehidupan ini dengan menerima setiap proses dan pukulan secara lapang dada, jangan terpuruk mental disaat terpaan badai kehidupan menimpa, Jangan menangis pilu tatkala kesedihan terbesar menghampiri. Inilah jalur yang harus ditempuh dan ALLAH membuat jalur itu benar adanya bagi masing-masing orang, terimalah sebagai anugerah terindah dalam hidup.



Gagal itu Bukan Menyerah

Gagal atau kalah adalah kondisi sementara. Menyerah yang membuatnya menjadi permanent (Marilyn vos Savant)



Walaupun di dunia ini, kita tidak mungkin untuk selalu menang dan tidak pernah kalah, tetapi yang jelas, kita tidak boleh menyerah. Kekalahan atau kegagalan merupakan hal yang lumrah dan hanya bersifat sementara; dengan terus belajar dan mengintrospeksi diri maka kita pun suatu saat dapat mengatasi kekalahan atau kegagalan yang kita derita selama ini.



Kekalahan atau kegagalan merupakan hal yang lumrah, dan yang terpenting kita tetap berusaha dan terus memperbaiki diri. Bila gagal berarti kita perlu untuk terus belajar dan belajar lagi. Gagal tidak sama dengan menyerah. Bila kita menyerah berarti kita tidak mau dan tidak berusaha untuk mencoba lagi mengatasi kekalahan / kegagalan. Menyerah berarti kita tidak memiliki harapan lagi, padahal kegagalan atau kegagalan itu hanya bersifat sementara dan pasti dapat kita atasi pada saatnya.



Dalam setiap persoalan yang kita hadapi, kita perlu terus untuk berusaha dan melakukan action untuk mengatasi persoalan tersebut. Kita pasti bisa dan mampu mengatasi persoalan itu, artinya saat itu kita mengalami kenaikan kelas. Tetapi ingat bila kita naik kelas, berarti kita pun siap untuk menghadapi persoalan dan ujian yang lebih sulit lagi. Artinya untuk itu kita pun perlu untuk terus dan terus belajar …